Pengendalian Hama Penyakit Terpadu Tanaman Kayu Manis - YUSITA RIDHA BLOG
SUBTOTAL :
Menu
Pengendalian Hama Penyakit Terpadu Tanaman Kayu Manis

Pengendalian Hama Penyakit Terpadu Tanaman Kayu Manis




TANAMAN KAYU MANIS (Cinnamomum zeylanicum)

Nama  : Yusita Ridha Insanijaya
NPM   : 1525010115
Kelas  : B25


Kayu manis (Cinnamomum zeylanicum) merupakan salah satu komoditi perkebunan yang mempunyai manfaat sekaligus nilai ekonomis yang tinggi. Untuk meningkatkan produksi yang optimal, kegiatan pemeliharaan tanaman kayu manis sangat penting dilakukan. Selain itu, kayu manis termasuk tanaman yang berumur panjang dan menghasilkan kulit.
Daun kayu manis duduknya bersilang atau dalam rangkaian spiral dan bersifat liat. Panjangnya sekitar 9-12 cm dengan lebar 3,4-5,4 cm. Warna pucuknya kemerahan, sedangkan daun tuanya hijau tua. Bunganya berkelamin dua atau bunga sempurna dengan warna kuning, ukurannya kecil. Buahnya adalah buah buni, berbiji satu dan berdaging. Bentuknya bulat memanjang, buah muda berwarna hijau tua, dan buah tua berwarna ungu tua (Rismunandar, 1995)
Klasifikasi penamaan kayu manis menurut Rismunandar dan Paimin (2001), sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Gymnospermae
Subdivisi         : Spermatophyta
Kelas               : Dicotyledonae
Subkelas          : Dialypetalae
Ordo                : Policarpicae
Famili              : Lauraceae
Genus              : Cinnamomum
Species            : Cinnamomum zeylanicum
 

Pemanfaatan Tanaman Kayu Manis
            Kulit kayu manis merupakan hasil utama dari kayu manis, produk ini berupa potongan kulit yang dikeringkan. Menghasilkan produk kayu manis sangat sederhana, yaitu cukup dengan penjemuran. Sebelum dijemur, kulit dikikis atau dibersihkan dari kulit luar, kemudian dibelah-belah menjadi berukuran lebar 3-4 cm. Selanjutnya kulit yang sudah bersih ini dijemur dibawah terik matahari selama 2-3 hari, kulit dinyatakan kering kalau bobotnya susut 50%. Kulit bermutu rendah karena kadar airnya masih tinggi, kadar air tinggi diakibatkan oleh kurangnya waktu penjemuran selain kadar air masih tinggi, mutu kulit dipengaruhi oleh kebersihan tempat penjemuran. Agar dapat menghasilkan mutu kulit yang baik, penjemuran sebaiknya dilakukan dibawah sinar matahari penuh (Rimunandar dan Paimin, 2001).

Hama Tanaman Kayu Manis (Cinnamomum zeylanicum)
Salah satu faktor penyebab turunnya mutu kulit kayu manis antara lain yaitu adanya serangan hama tanaman. Dimanapun lokasi penanamannya, kayu manis tidak akan luput dari serangan hama, karena hama dapat menurunkan mutu hasil produk yang sebagian besar digunakan untuk pasar ekspor. Beberapa jenis hama yang sering menyerang kayu manis yaitu Ulat Sikat, Ulat Sikat Rambut Kuning, Ulat Kenari, Kutu Loncat, Kumbang Moncong dan Kutu Perisai.
  • ·         Ulat Sikat
Ulat sikat merupakan larva dari kupu-kupu Dasychira mendosa, yang berasal dari Asia Timur, Asia Selatan, dan Australia. Disebut ulat sikat karena di sekeliling tubuhnya dihiasi oleh rambut yang relatif panjang sehingga tampak seperti sikat. Ciri lainnya yang dimiliki oleh ulat sikat adalah kepala berwarna merah, dengan ukuran tubuh sekitar 3-4 cm. Ulat ini menyerang daun, sehingga ketika menyerang dalam jumlah populasi yang banyak, tanaman yang diserang bisa mengalami kematian semua yang akan berdampak pada penurunan hasil panen yang mengakibatkan kerugian besar.

§  Gejala Serangan dan Penanganan
Daun yang terserang tampak rusak karena digerogoti. Pada tanah bagian bawah tanaman terdapat banyak kotoran ulat dan bekas sobekan daun. Penanganan bisa dilakukan dengan cara fisik maupun kimiawi. Penanganan secara fisik yaitu dengan cara menangkap ulat yang menempel pada daun kemudian dilakukan pemusnahan pada ulat-ulat tersebut. Selanjutnya daun dan bagian tanaman bekas serangan ulat dipotong dan dibuang untuk mengantisipasi adanya telur yang masih menempel pada bagian tersebut. Penanganan secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan insektisida kontak.


  • ·        Ulat Kenari

Ulat kenari merupakan hama yang berasal dari larva kupu-kupu Cricula trifenestrata yang dapat menyerang tanaman muda maupun tanaman tua. Serangan pada tanaman muda dapat menyebabkan kematian tanaman, sedangkan serangan pada tanaman tua dapat menyebabkan  turunnya produksi dan mutu kulit kayu manis, karena kulit susah dikupas. Ciri yang dimiliki oleh ulat ini yaitu hama berwarna hitam dan berambut putih diseluruh tubuhnya, kepala dan bagian abdomen berwarna merah, dengan panjang tubuh mencapai 6 cm dengan fase larva selama 25-30 hari.
§  Gejala Serangan dan Penanganan
Pengendalian secara fisik dilakukan dengan cara mengumpulkan hama tersebut, sekaligus larva dan kempompongnya dan membakarnya. Pengendalian kimiawi dapat dilakukan dengan insektisida berbahan aktif fenvalerat (Sumicidin 5 EC) dengan dosis 1 ml/ 1 liter air atau sipermetrin (Cymbush 50 EC) dengan dosis 1,5 ml/ 1 liter air yang mampu membunuh larva hingga 80-90%. Untuk pengendalian secara biologis, dilakukan dengan memanfaatkan musuh-musuh alami hama yang menyerang telur dan larva yaitu jenis ngengat (Telenomus sp, Agiommatus sp, Xantopimpla sp dan Excorita sp).


  • ·         Kutu Loncat

Kutu loncat atau psylid merupakan keluarga psyllidae yang kebanyakan merupakan kutu pinjal atau kutu anjing. Kutu ini kecil, panjangnya hanya sekitar 2 mm. Bentuk tubuh menyerupai aphid, memiliki kaki peloncat dan sungut panjang. Kutu dewasa memiliki sayap. Hama menyerang daun dengan cara mengisap cairan daun.
§  Gejala Serangan dan Penanganan
Gejala, tanaman yang diserang menampakkan gejala seperti adanya gelembung-gelembung berbentuk tidak menentu pada permukaan daun sebgai akibat sengatan moncong kutu yang berfungsi sebagai alat pengisap. Pengendalian, dilakukan dengan insektisida berbahan aktif sipermetrin (Cymbush 50 EC).

  • ·        Kumbang Moncong

Kumbang moncong (Rhynchites lauraceae) yang bertubuh warna hitam ini sangat dikenal didataran tinggi Jawa. Panjang tubuhnya hanya 5-6 mm. Disebut kumbang moncong karena bagian mulutnya terdapat moncong halus sepanjang 1,5 mm. Bagian tanaman yang diserang adalah ranting muda dengan tanaman inang kayu manis dan alpukat.
§  Gejala Serangan dan Penanganan
tanaman yang terserang tampak memiliki ranting yang mengering dan didalam ranting tersebut terdapat alur atau lubang berbentuk spiral melingkari ranting. Pengendalian secara mekanis dengan menangkap dan membuang hama, serta selalu menjaga kebersihan lahan dari gulma dan menanam bibit yang sehat.


Penyakit Tanaman Kayu Manis


Penyakit ini menyerang daun yang masih muda maupun ranting yang mengakibatkan mutu kayu manis menurun. Penyebab penyakit adalah cendawan Aecidium cinnamomi. Gejala, serangan berupa noda berwarna kuning yang tertutup oleh serbuk spora kuning, daun tampak bengkak. Infeksi ini menyebabkan jaringan daun dan ranting mengering atau mati. Pengendalian, penyakit cendawan daun dapat dikendalikan dengan fungisida Dithane M-45 80 WP. Selain dengan cara kimiawi, pengendalian dapat dilakukan dengan cara fisik yaitu dengan cara memangkas ranting yang terinfeksi

  • Penyakit Kanker Baris


    Kanker baris dikenal sebagai penyakit akar. Penyakit ini banyak muncul di perkebunan kayu manis rakyat yang berada di dataran tinggi yang beriklim lembab sepanjang tahun dengan periode keringnya sangat terbatas. Tanaman yang diserang berumur sekitar 2-3 tahun, yaitu pada saat kebun mulai padat. Selain itu, penyakit ini pun dapat terjadi dipesemaian pada tanaman yang relatif masih muda. Umumnya penyakit kanker baris ini muncul pada tanaman yang berada di tanah lempung, perakaran tidak dalam, dan sistim pembuangan airnya kurang baik. Sementara pada tanah remah dengan sistim pembuangan air yang baik, prkatis tidak pernah muncul penyakit ini. Di daerah pegunungan dengan lereng cukup miring, serangan penyakit praktis tidak membahayakan. Khususnya pada kebun yang ditumpangsarikan dengan palawija, infeksi umumnya terjadi melalui akar sebagai akibat terlukanya perakaran yang disebabkan kekurang hati-hatian petani pada saat membrantas gulma. Serangan pada tanaman yang akan dipanen dapat menurunkan kualitas kulit kayu manis. Penyebab penyakit, penyakit kanker baris disebabkan oleh virus Phytophthora cinnamomi Rands. Virus ini menyerang tanaman melalui luka pada akar. Hidupnya didalam tanah dan dapat bertahan hingga bertahun-tahun. Tanaman inang virus ini antara lain kayu manis, pinus, nanas, kina dan alpukat. Untuk itu, tumpang sari kayu manis dengan tanaman inang lainnya harus dihindari. Gejala, tanaman yang terinfeksi, pada kulit batang pokok timbul garis-garis hitam selebar 5 cm. Infeksi ini dimulai dari kulit batang pokok dekat leher akar dan menjalar hingga 10-15 meter, Selanjutnya kambium batang pokok akan mengering dan sekaligus kayu di bawahnya akan mati. Serangan bisa berhenti dan diikuti oleh penyembuhan kembali. Selanjutnya kanan dan kiri garis infeksi tumbuh kalus atau kulit baru sehingga lambat laun luka yang memanjang ke atas hampir tertutupkembali. Perkembangan akan lebih cepat bila pohon kayu manis cukup sehat. Infeksi pada tanaman yang mash muda menampakkan gejala seperti daun menguning atau layu, bentuk daun yang baru tumbuh tidak normal dengan ukuran kecil diikuti cabang yang mengering. Pengendalian, pengendalian secara fisik dilakukan dengan cara semua kulit tanaman yang sakit dikupas. Tanaman muda yang terinfeksi sebaiknya segera dicabut dan dibakar di luar kebun. Sementara infeksi pada tanaman tua dan sudah cukup umur untuk dipanen sebaiknya tanaman tersebut segera dipotong dan dipanen kulitnya. Kulit kayu seperti ini hanya laku di pasar lokal saja. Agar serangan penyakit tidak meluas perlu dilakukan pengontrolan kebun secara rutin, jika infeksi sudah cukup meluas perlu tindakan pemotongan keseluruhan tanaman kemudian potongan tersebut dibakar. Pengendalian secara kimiawi yaitu dengan memberikan fungsida Dithane M-45 80 WP. Dosisnya disesuaikan dengan anjuran yang tertera pada tabel kemasan.


  • Penyakit Jamur Upas
    Penyakit jamur upas sering menyerang ranting maupun cabang kayu manis pada kondisi iklim sangat lembab atau kebun yang padat. Penyebab penyakit adalah cendawan Corticium yavanicum atau lebih dikenal jamur upas. Gejala, tanaman yang terserang tampak berwarna merah muda. Diatas permukaan ranting atau cabang tampak selapis jamur, baik sebagian maupun melingkari ranting atau cabang. Jika menyerang ranting atau cabang kecil maka tanaman cepat mati karena infeksi jamur menyerang dari kulit hingga ke dalam kayu, jika jamur menyerang ranting atau cabang agak besar tanaman yang terserang akan sembuh kembali. Pengendalian, penyakit ini akan segera lenyap bila kondisi iklim cerah. Cara pembasmian dapat dilakukan dengan memotong ranting atau cabang yang terserang. Atau dengan melakukan penyemprotan fungisida Dithane M-45 80 WP atau Derosal 60 WP.
     

  Source:
  • http://cybex.pertanian.go.id/materipenyuluhan/detail/3252 (diakses tanggal 1 Desember 2017, pukul 18.00)
  • ttp://cybex.pertanian.go.id/materipenyuluhan/detail/3258 (diakses tanggal 1 Desember 2017, pukul 19.00)
     



0 Reviews:

Post Your Review